Rumput Fatimah Melancarkan Persalinan, mitos ato fakta?

Sudah dipercaya secara turun-temurun, namun penggunaannya kerap ditentang kalangan medis. Yuk, cari tahu alasannya!

Fakta Antibiotik

Tahukah Anda bahwa pilek, flu, sebagian besar radang tenggorokan dan bronchitis disebabkan oleh virus? Dan tahukah juga Anda bahwa antibiotik tidak membantu melawan virus?

Posisi Tidur Saat Hamil

Pada kehamilan trimester awal ibu hamil dapat tidur dan beristirahat dengan berbagai posisi apapun yang penting dapat memberikan rasa nyaman untuk ibu.

Yuk Membaca Hasil USG!!

Cara Membaca Hasil USG Kadang kita bingung membaca sendiri hasil USG (termasuk saya, hehehehe), karena lembar USG berisi dengan singkatan-singkatan yang sering kali tidak dijelaskan dengan detil oleh sang dokter kecuali kita bertanya

Bahasa Janin didalam Sana

Mengapa janin bergerak? Janin Anda terus tumbuh dan berkembang. Selama masa pertumbuhannya di dalam rahim, ia menggerakkan tangan dan kaki untuk peregangan dan fleksibilitas. Semakin besar janin, Anda akan merasakan ia menendang, meninju, dan berguling.

Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

Hukum Mengubur Ari-Ari/plasenta Bayi

Google.com
Ayah dan bunda sekalian,
dikalangan masyarakat tersebar banyak sekali mitos-mitos, ritual-ritual yang dilakukan berkenaan dengan kehamilan, kelahiran, anak atau yang lainnya. salah satu yang biasa dilakukan dikalangan masyarakat adalah Mengubur Ari-ari Bayi. kegiatan ini umum ditemui di masyarakat, dan (mungkin) sudah jadi kegiatan wajib. tapi yang jadi permasalahan adalah bagaimana kegiatan ini jika dipandang menurut hukum islam? apakah haram atau halal untuk dilakukan? berikut jawaban dari ustad yang diambil dari berbagai sumber :

Ari-ari atau plasenta secara medis berfungsi sebagai penyedia makanan dan saluran lainnya, yang menghubungkan antara janin dengan ibunya. Selama berbulan-bulan, placenta ini sangat berguna bagi bayi di dalam rahim sang ibu. Namun begitu bayi lahir, maka perannya usai sudah.

Namun dalam masyarakat tertentu, ada semacam kepercayaan tertentu bahwa di balik fungsi medis, ada hubungan 'ghaib' tertentu antara bayi dengan plasentanya. Karena itu, sebagian masyarakat yang mewarisi tradisi kuno ini masih terlihat melakukan berbagai macam ritual yang tidak ada kaitannya dengan agama.

Salah satunya adalah mengubur plasenta di dekat rumah, bahkan harus diberi pelita (lampu). Dan bersamanya juga dikuburkan benda-benda tertentu, yang dipercaya akan berpengaruh atas nasib dan kehidupan si bayi bila kelak dewasa.

Lucunya, terkadang sebagian orang melakukan ritual itu begitu saja, tanpa pernah tahu hubungan sebab akibatnya. Dan semakin lucu lagi, karena yang melakukannya seringkali justru orang yang berpendidikan tinggi dan sarjana. Seharusnya mereka lebih mengedepankan hal-hal yang ilmiyah ketimbang sesuatu yang irrasional.

Bagaimana dengan Pandangan Syariah Islam?

Tentu saja tidak ada satu pun dalil, baik berupa potongan ayat Al-Quran atau hadits nabawi, tentang masalah menanam ari-ari. Bahkan hadits yang paling dhaif atau bahkan hadits palsu sekalipun, sama sekali tidak pernah memuat masalah ini.

Jadi ritual ini betul-betul produk lokal, jauh dari bau-bau Islam dan syariatnya. Tak satu ayat Quran menyebutkannya, tidak satu pun hadits nabi menyinggungnya dan tidak ada dalam syariat Islam tentang aturan mainnya.

Sementara, dari sisi aqidah yang bersih, kepercayaan bahwa ada hubungan ghaib antara plasenta dengan nasib seseorang, jelas telah melanggar wilayah syirik. Sehingga ritual tertentu yang dilakukan terhadap plasenta ini, sangat mengganggu hubungan kita sebagai muslim dengan Allah SWT.

Seolah nasib seseorang ditentukan oleh plasentanya, bukan oleh tugas pendidikan dari kedua orang tuanya dan lingkungannya. Padahal tegas sekali disebutkan bahwa nasib seseorang bukan ditentukan oleh perlakuan terhadap plasenta, namun tergantung dari upaya (ikhtiar) orangtuanya serta doa-doa yang dipanjatkan.

Khusus masalah doa yang dipanjatkan, Allah SWT telah menetapkan teknis dan tata caranya. Bila menggunakan teknis dan tata cara yang tidak sesuai dengan apa yang dimaui oleh Allah SWT, doa itu bukan saja tertolak, tetapi malah akan menimbulkan bencana. Misalnya ritual perlakuan terhadap plasenta yang cenderung syirik itu, bukan nasib baik yang akan diterima oleh bayi dan keluarga itu, malah boleh jadi sebaliknya.

Namun kita juga harus menerima kenyataan bahwa ritual dan kepercayaan kuno itu masih banyak melekat di tengah masyarakat. Bahkan, tidak jarang yang jadi pelakunya adalah orang terdidik. Mungkin di kepalanya ada ragu dan setengah tidak percaya, tetapi tetap dilakukannya juga, dengan alasan untuk menjaga tradisi nenek moyang.

Maka semua itu harus diklarifikasi ulang, tradisi nenek moyang yang bagaimana yang harus kita lestarikan? Sebab tidak semua tradisi itu baik. Bukankah di zaman nenek moyang dulu, juga ada tradisi minum khamar, zina, judi dan seterusnya? Bukan kah dahulu nenek moyang kita menyembah dewa dan berhala?

Apakah hari ini akan tetap kita lestarikan budaya-budaya yang negatif dari nenek moyang itu? Tentu tidak, bukan?

Tugas kita sekarang ini adalah berupaya mengikis dan mengurangi secara sistematis, tradisi yang sekiranya bertentang dengan nilai-nilai kemanusiaan serta nilai-nilai keIslaman. Namun bila tradisi itu sesuai dengan Islam, barulah kita lestarikan.

Memendam Plasenta untuk Kebersihan Lingkungan

Kalau sekedar mengubur (memendam) palsenta di dalam tanah, tanpa niat apapun kecuali untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan, tentu boleh dan baik. Sebab plasenta itu akan segera membusuk bila tidak dipendam.

Jalan terbaik memang dipendam saja, agar tidak merusak lingkungan. Namun tanpa diiringi ritual apa pun yang bisa merusak hubungan mesra kita kepada Allah SWT. Pendam saja dan selesai.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Kesimpulan


bahwa sebenarnya menguburkan ari-ari bayi DIHARAMKAN kalau itu bertujuan sebagai ritual dan bagian dari sebuah tradisi. karena tradisi itu tidak ada dalam islam. mungkin untuk agama diluar Islam diperbolehkan karena sesuai dengan ajarannya masing-masing.
DIPERBOLEHKAN mengubur ari-ari bayi tersebut asalkan bertujuan medis dan kebersihan semata. karena sesuai penjelasan bahwa plasenta itu akan segera membusuk bila tidak dipendam. kalau tidak dipendam dan dikubur dikhawatirkan akan mengganggu masyarakat sekitar karena dapat mengundang bau dan serangga. dan penggunaan lampu serta ember penutup semata-mata hanya untuk menjauhkan dari hewan yang gemar mengais-ngais ari-ari tersebut.

semoga informasi ini dapat membuka khasanah keilmuan kita, dan dapat disikapi dengan bijak oleh ayah dan bunda sekalian. semoga bermanfaat.

Selasa, 17 April 2012

Mitos & Fakta Tentang ASI

Google.com
dari jaman dahulu sampai sekarang, banyak sekali beredar dikalangan masyarakat mitos-mitos tentang ibu hamil. beberapa dari mitos itu  pernah saya sampaikan di ulasan sebelumnya tentang MITOS SEPUTAR KEHAMILAN. tapi untuk kesempatan kali ini, yang akan saya ulas adalah mengenai beberapa MITOS dan FAKTA tentang ASI. mungkin dari beberapa mitos dan fakta ini udah ayah dan bunda sekalian pernah dengar. tapi ga ada salahnya diingatkan kembali sehingga menambah khasanah keilmuan ayah bunda sekalian. berikut ulasannya (dilengkapi dengan comment pribadi berwarna Merah)

MITOS : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu.
FAKTA : Payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu.


MITOS : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui.
FAKTA : Puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting. (dari beberapa kasus yang ada malah isapan dari sang bayi yang bisa mengembalikan posisi puting ke kondisi yang ideal, dan dari literatur diterangkan bahwa yang mengeluarkan asi adalah kelenjar-kelenjar yang ada didalam payudara sang bunda bukan pada putingnya. puting hanya "jalan" yang menghubungkan kelenjar/payudara ASI dengan bayi)


MITOS : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi.
FAKTA : ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi.


MITOS : Kolostrum / ASI pertama adalah susu basi.
FAKTA : Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh dan protein yang sangat kaya.


MITOS : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh.
FAKTA : ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.


MITOS : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya.

FAKTA : Ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui. (Menurut saya, bukan tidak dapat menyusui bayinya, tetapi tidak secara maksimal dalam memberikan asupan ASI. seperti yang pernah saya dengar dari beberapa kejadian, asupan gizi dari sang ibu juga turut berpengaruh dalam terbentuknya produksi ASI pada sang ibu. semakin gizi tercukupi semakin banyak asi yang diproduksi.)


MITOS : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring.
FAKTA Menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring.


MITOS : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui.
FAKTA: Bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI. (bayi yang sakit itu dikarenakan berkurangnya Imun/kekebalan tubuh sehingga terserang penyakit/virus/bakteri. oleh karena itu akan lebih baik jika vitamin, gizi dan anti body yang kurang itu dilengkapi dengan disusui, karena ASI sangat banyak terkandung zat dan kandungan yang baik untuk pemulihan kondisi sang bayi.)


MITOS : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan.
FAKTA : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.


MITOS : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga.
FAKTA : Pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi.


MITOS : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi.
FAKTA : Kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu.


MITOS : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri.
FAKTA: Bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir. (disinilah fungsi dari IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang dilakukan dengan membiarkan sang bayi mencari puting dari ibunya. disinilah letak naluri kuat sang bayi dalam mencari "makanannya" sendiri.)


MITOS : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan.
FAKTA : Meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi.


MITOS : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya.
FAKTA : Kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar.


MITOS : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir.
FAKTA : Bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar.


MITOS : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis.
FAKTA : ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh.


MITOS :
Bayi menangis, pasti karena lapar.
FAKTA Bayi menangis bisa diakibatkan karena merasa tidak nyaman, merasa tidak aman, merasa sakit, dan sebagainya, belum tentu lapar.

MITOS : Bayi menangis karena lapar perlu diberi makanan atau minuman lain.
FAKTA : Jika bayi lapar, beri ASI lagi. Sering-sering diberi ASI tidak akan membuat bayi lapar. (seperti yang dijelaskan bahwa bayi belum bisa memproses makanan lain selain ASI, maka daripada itu ASI itulah yang WAJIB diberikan pada bayi saat bayi itu lapar.)


MITOS : ASI yang penting hanyalah cairan yang berwarna putih.
FAKTA : Kolostrum/ASI pertama (kekuningan/tidak berwarna) adalah ASI yang paling penting untuk memberikan kekebalan kepada bayi. ASI yang berwarna putih adalah yang paling penting untuk kebutuhan bayi sampai 6 bulan pertama.


MITOS : Bayi kedinginan sehingga perlu dibedong.
FAKTA : Bayi baru lahir memang mudah kedinginan, sehingga perlu dipeluk kontak kulit ke kulit, diberi topi, lalu ibu bersama bayi diselimuti. Bedong bayi terlalu ketat akan membuatnya lebih kedinginan.


MITOS : Kurang tersedia tenaga kesehatan sehingga bayi tidak dapat dibiarkan menyusu sendiri.
FAKTA : Suami atau anggota keluarga ibu dapat membantu Inisiasi Menyusu Dini.


MITOS : Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya.
FAKTA : Sementara sibuk, ibu bisa melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).


MITOS : Ibu harus dijahit sehingga bayi perlu segera dipisah dari ibunya.
FAKTA : Sementara dijahit, ibu tetap dapat melaksanakan 
Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

MITOS :
Bayi perlu diberikan suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah lahir.
FAKTA : Benar, tapi dapat ditunda selama 1 jam hingga bayi selesai menyusu awal.


MITOS : Bayi harus segera dibersihkan setelah lahir.
FAKTA : Ditunda 1 jam tidak akan mengubah berat dan tinggi bayi.


MITOS : Tenaga kesehatan belum sependapat tentang pentingnya memberi kesempatan IMD pada bayi yang lahir dengan operasi caesar.
FAKTA: Mungkin, tapi adalah tugas orangtua untuk membela hak sang bayi. Tenaga kesehatan dapat diberi penjelasan, dan suami atau anggota keluarga dapat membujuk agar bayi dibiarkan untuk IMD.


MITOS : Ibu belum bisa duduk/duduk miring untuk memberikan ASI.
FAKTA : Siapa yang mengharuskan duduk? Bayi dapat menyusu pada saat tengkuran di dada ibu.

MITOS : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh.
FAKTA : ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh.


MITOS : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja.
FAKTA : Ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif. (Saat ini sudah banyak cara yang bisa dilakukan ibu bekerja untuk tetap melaksanakan ASI eksklusif. hanya dibutuhkan semangat, keinginan dan alat yang memadai untuk dapat melakukannya. dalam banyak kasus, banyak sekali ibu bekerja dapat sekaligus memberikan asupan ASI kepada bayinya tanpa terhalang kegiatan/rutinitas ibunya.)


MITOS : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi.
FAKTA : Semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja.


MITOS : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi.
FAKTA : Makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan.


MITOS : Pisang dapat membersihkan usus bayi.
FAKTA : Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan.


MITOS : Susu formula sama baiknya dengan ASI.
FAKTA : Tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI. (ASI diciptakan sangat-sangat eksklusif oleh Alloh SWT sebagai pemberi nutrisi pada bayi. ada beberapa zat dan kandungan dari ASI tidak dapat dicukupi dari susu Formula. sebaik-baiknya susu formula tidak akan lebih baik dari ASI. Seperti yang dijelaskan di web sebelah disini bahwa "Inti ASI dari ibu susu sama saja dengan ASI dari ibu kandung, yakni mengandung nutrien lengkap. Dari karbohidrat, vitamin, mineral, lemak ikatan panjang, protein, dan juga mengandung zat-zat atau cairan hidup, seperti hormon pertumbuhan, enzim penyerapan, serta antibodi. Semua zat hidup ini tak ada dalam susu formula karena susu formula adalah cairan mati." )


MITOS : Susu formula membuat bayi lebih sehat.
FAKTA : Hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat. (menurut saya bahwa memberikan ASI Eksklusif dan menunda pemberian Susu Formula lebih baik. karena banyak kandungan-kandungan yang ada dalam ASI tidak dapat dicukupi dari susu formula. akan lebih baik ASI Ekslusif itu diberikan sampai dengan umur bayi 2 Tahun.)


MITOS : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI.
FAKTA : ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.


MITOS : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi.
FAKTA : Yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya menerima ASI saja. (maka dari itu disarankan bahwa pemberian ASI eksklusif diberikan minimal usia bayi 6 bulan dan akan lebih baik asi itu diberikan sampai usia anak 2 Tahun.)


MITOS : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula.
FAKTA : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan. (mungkin inilah gunanya ada penundaan pemotongan tali pusar (LOTUS BIRTH) seperti yang di usahakan/diterapkan dibeberapa tempat. karena plasenta yang masih menempel pada bayi tersebut masih bisa memberikan asupan gizi dan sari makanan sambil menunggu sang ibu lancar mengeluarkan ASI. biasanya dari beberapa kejadian, puput/terpisahnya tali pusar itu terjadi dalam selang 3-4 hari.)


MITOS : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi.
FAKTA : Jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan. (mungkin dengan cara menyusui secara continue itulah ASI akan terangsang keluar.)


MITOS : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu.
FAKTA : Pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap. (dikarenakan dari itu, dianjurkan diberikan tahap-tahap dalam memberikan makanan dan minuman dari bayi. mungkin bayi memerlukan penyesuaian-penyesuaian sesuai tahapan tumbuh kembangnya.)


MITOS : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar.
FAKTA : Bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI.


MITOS : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang.
FAKTA : Bayi menangis belum tentu lapar.


MITOS : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI.
FAKTA : Banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan.


MITOS : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran.
FAKTA : Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan. (Mungkin tidak ada salahnya MITOS ini, karena sayuran memang bagus untuk melancarkan dan memproduksi ASI itu sendiri. berdasarkan informasi banyak sayuran yang bisa melancarkan dan menambah produksi ASI.)


MITOS : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI.

FAKTA : Ketika sakit, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit.


Sumber :
http://supportbreastfeeding.wordpress.com/2010/11/04/1001-mitos-dan-fakta-tentang-asi/

Senin, 09 April 2012

Mitos Seputar Kehamilan

Ayah dan bunda sekalian, pada saat menghadapi kehamilan sering sekali terjebak dengan mitos-mitos yang muncul di masyarakat khususnya para orang tua jaman dahulu. Mungkin secara logika banyak yang tidak menerimanya, tapi sedikit yang berani untuk mengambil resiko bila mitos itu tidak dijalani.
Supaya Bunda tidak lagi bingung menebak-nebak, berikut rangkuman dari beberapa mitos yang beredar dikalangan para ibu hamil yang bisa kami sarikan buat ayah dan bunda sekalian :

1. Jangan makan nanas, tape, soda, kandungan bisa menjadi panas
Itu tidak benar, kandungan tidak akan terkontaminasi hanya dengan mengonsumsi nanas, tape dan soda. Hanya saja karena makanan tersebut mengandung gas, dikhawatirkan menimbulkan rasa tidak enak di uluhati yang kemungkinan besar mengakibatkan terjadinya hyperemesis (muntah berlebihan)

2. Makan pare atau sesuatu yang pahit membuat plasenta lengket
Plasenta menjadi lengket disebabkan karena saat penempelan plasenta terjadi, sebagian plasenta menempel lebih dalam bahkan bisa sampai menembus rahim, bukan karena makan pare atau sesuatu yang pahit.

3. Minum Minyak memperlancar persalinan kelak
Walau pun Bunda minum sebanyak-banyaknya, minyak tidak akan sampai ke vagina. Karena apa yang Bunda minum diserap oleh darah. Tidak ada pengaruhnya dengan persalinan.

4. Hindari Rontgen karena membahayakan perkembangan janin
Benar, rontgen sangat berbahaya terutama pada trimester pertama. Tetapi para dokter menyarankan sebaiknya hindari rontgen sama sekali saat hamil. salah satu resikonya dapat mengakibatkan kecacatan bayii bahkan bisa sampai keguguran. Efek radiasi memang tidak timbul dengan segera, baru akan timbul di kemudian hari.

5. Jangan ber-sauna pada saat hamil karena si bayi bisa panas 
Tidak benar, sauna tidak akan membuat bayi kepanasan. Yang benar, saat sauna akan terjadi perbedaan suhu yang signifikan sehingga Bunda rentan mengalami dehidrasi, dehidrasi inilah yang berbahaya bagi janin.

6. Orgasme meningkatkan resiko keguguran
Bagi wanita yang sedang hamil normal tanpa pemberat, orgasme sama sekali tidak menimbulkan keguguran, sebaliknya beberapa ahli dalam penelitiannya mengatakan melakukan seks di saat hamil memiliki efek yang positif. Bahkan kalau dilakukan secara reguler bisa menurunkan resiko preeklamsi.

7. Mengonsumsi ikan mentah bayi menjadi bau amis 
tidak ada hubungannya antara ikan mentah yang dimakan dengan bau amis yang timbul pada bayi. Hanya saja dikhawatirkan ikan yang belum matang terkontaminasi merkuri dan jika mengonsumsi merkuri berlebih dapat berpengaruh buruk pada kehamilan.

8. Minum air es bayi menjadi besar 
Berat bayi ditentukan beberapa faktor, di antaranya ras, gaya hidup dan kadar gula yang meningkat (Diabetes mellitus). Jika dihubungkan dengan es, maka komponen gula dalam es the manis atau es sirup, dll inilah yang bisa membuat bayi besar.
Minum es selama kehamilan tidak akan menyebabkan janin menjadi besar, kecuali jika ibu hamil minum es yang ditambah sirup, madu, atau gula secara berlebihan. Kandungan karbohidrat yang terkandung dalam gula inilah yang menyebabkan bayi memiliki berat di atas normal.
Selain kelebihan gula, ukuran janin juga ditentukan oleh faktor genetik dan asupan nutrisi. Orang tua yang bertubuh besar sangat mungkin akan melahirkan bayi yang juga besar. Asupan nutrisi yang baik sangat mempengaruhi perkembangan fisik janin, sehingga janin akan berkembang dengan baik. 


9. Minum kacang kedelai membuat bayi putih bersih
kulit bayi ditentukan keturunan bukan dari apa yang dikonsumsi Bunda. Asalkan Bunda cukup minum air putih si kecil pun akan menjadi bersih.

10. Minum sari kunyit bisa keguguran
tidak benar. Meski kunyit seringkali dipakai untuk melancarkan haid tapi kunyit tidak berbahaya sehingga menimbulkan keguguran

11. Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan
Belum ada penelitan yang membuktikan mitos ini karena lancarnya persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun air kelapa muda memang berkhasiat untuk menjadikan air ketuban putih dan bersih.

12. Sebaiknya ibu hamil tidak melakukan hubungan intim pada trimester pertama kehamilannya
Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa hubungan intim menyebabkan keguguran. Jadi sepanjang hal itu tidak menyakitkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan, ibu hamil boleh-boleh saja melakukannya.

13. Leher ibu hamil yang menghitam atau puting yang berwarna gelap menandakan bayinya laki-laki
Perubahan warna pada leher atau puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Perubahan warna kulit pada ibu hamil diakibatkan peningkatan progesteron dan melanost (hormon yang mengatur pigmentsi kulit). Karena itu puting susu yang menghitam biasa terjadi pada kehamilan, baik pada ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Selain perubahan warna kulit dan puting susu, ibu hamil juga memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian pugbis. Namun gejala ini akan menghilang setelah melahirkan.

14. Bila bentuk perut calon ibu membulat, berarti bayinya perempuan
Bentuk perut ibu hamil yang lonjong atau bulat tergantung pada posisi janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi. Selain itu, bentuk perut ibu hamil juga tergantung pada elastisitas otot dan volume air ketuban. Pada kehamilan anak pertama, perut akan tampak bulat karena otot masih kencang. Namun perut ibu yang pernah hamil beberapak kali akan tampak turun karena ototnya mulai kendur. Pada ibu hamil yang cairan ketubannya banyak, bentuk perutnya

15. Terlalu sering makan jeruk akan meningkatakan lendir pada paru-paru jani dan resiko kuning saat bayi lahir
Mitos ini tidak benar. Jeruk ini justru merupakan sumber vitamin C dan serat yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Karena itu, mengkonsumsi jeruk selama kehamilan dianjurkan.

16. Jika menginginkan bayi cerdas dan persalinan lancar, sering-seringlah berhubungan intim selama hamil
Tidak benar bahwa sperma mengandung zat penyubur sehingga janin yang terkena semburan bisa tumbuh subur dan cerdas. Kesehatan janin dalam rahim sama sekali tidak berkaitan dengan sperma dan frekuensi hubungan intim. Kesehatan dan kecerdasan janin tidak dipengaruhi oleh kualitas sperma suami, melainkan faktor genetik dari kedua orangtuanya. Orangtua yang cerdas tentu pula berpeluang melahirkan anak yang cerdas pula. Bagi calon ibu yang memiliki gangguan kehamilan, seperti riwayat keguguran, placenta previa dan sebagainya, sebaiknya tidak melakukan hubungan intim untuk sementara waktu. Hubungan intim akan meningkatkan kontraksi otot-otot rahing sehingga resiko keguguran atu janin lahir prematur akan meningkat. Selain itu si ibu juga mengalami resiko perdarahan.
Mitos ini diduga muncul karena orang mengkaitkan kasih sayang dan perhatian orangtua, dimana kondisi psikologis si ibu mungkin dapat menjadi lebih tenang dan nyaman dengan sering berhubungan intim. Kondisi kejiwaan ibu akan mempengaruhi janin yang dikandungnya. Calon ibu yang merasa tenang dan nyaman akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, dan proses persalinan pun dapat berjalan lancar. Namun hal sebaliknya juga bisa terjadi jika calon ibu justeru tidak menikmati hubungan intim tersebut karena merasa terpaksa atau semata-mata karena kewajiban.

17. Minum air kelapa hijau menyuburkan rambut bayi
Minum air kelapa hijau tidak berkaitan dengan rambut bayi. Namun air kelapa hijau memang menyehatkan karena mengandung elektrolit, sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa hijau agar tetap bugar.

18. Ibu hamil tidak boleh makan daging kambing
Ibu hamil boleh saja mengkonsumsi daging kambing dengan porsi yang wajar, kecuali ibu hamil yang menderita kelebihan kolesterol atau penyakit jantung. Daging kambing mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi sehingga mempengaruhi metabolesme asam urat yang berbahaya bagi penderita koleterol tinggi ataupun penderita penyakit jantung

19. Mengurut perut ibu hamil
Mitos ini banyak dipercaya di masayarakat. Padahal mengurut perut ibu hamil dapat meningkatkan resikot terjadinya keguguran dan gangguan janin, yaitu janin mengalami stress atau tekanan. Jika janin mengalami stress atau tekanan, pertumbuhannya dapat terganggu

Sumber :
1. dr. UF. Bagazi, SpOG yang biasa praktek di Brawijaya Women and Children Hospital.
2. BidanKU

Rumput Fatimah Melancarkan Persalinan, Mitos atau Fakta?


Sudah dipercaya secara turun-temurun, namun penggunaannya kerap ditentang kalangan medis. Yuk, cari tahu alasannya!

Banyak orang percaya, minum air rendaman rumput fatimah bisa mempermudah proses persalinan. Saking percayanya, tak sedikit ibu hamil – atau keluarganya – yang bersusah payah mencari tanaman ini.

Raditya (35 tahun), karyawan swasta di Jakarta, contohnya. Demi istrinya yang akan melahirkan dalam waktu beberapa minggu depan, ia rela menelusuri satu demi satu kios oleh-oleh haji di Tanah Abang, untuk mencari rumput fatimah. Sementara Aliyya Muchtar (31 tahun), ibu rumah tangga dari Bandung, tak segan-segan meminta oleh-oleh rumput fatimah kepada salah satu kerabatnya yang menunaikan ibadah haji.

Menurut mereka, popularitas rumput fatimah bagi ibu-ibu yang akan melahirkan sudah tak asing lagi. “Lagipula, kalau memang bisa membuat persalinan jadi lancar, tidak ada salahnya untuk dicoba, kan?” begitu Aliyya beralasan.

Meskipun begitu, kebenaran manfaat rumput fatimah juga dipertanyakan oleh sebagian orang. “Pasalnya, dokter saya justru mewanti-wanti supaya rumput fatimah itu tidak digunakan. Katanya sih, bisa bikin pendarahan,” tutur Yunia Ekawati (32 tahun), penulis lepas, yang berdomisili di Tangerang, Banten.

Oleh-oleh khas Tanah Suci

Rumput fatimah, atau juga sering disebut akar fatimah (Anastatica hierochuntica) merupakan tanaman yang biasa ditemukan di Gurun Sahara dan kawasan Arab dan Timur Tengah, antara lain Afrika Utara, Jordania, Iran, Irak, Israel, Mesir, Palestina, dan Pakistan. Oleh sebab itu, ia cukup populer di kalangan jamaah yang melaksanakan ibadah haji di Mekah, juga di kalangan para peziarah yang berkunjung ke Yerusalem.

Bahkan, ia juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Tanah Suci yang paling banyak dicari. Sebabnya, rumput fatimah tidak mengenal istilah kadaluwarsa atau mati. Meskipun sudah dikeringkan selama puluhan tahun, apabila direndam dalam air, ia akan dapat mekar kembali.

Di negara-negara Arab, ia sering disebut Kaf Maryam. Sementara di dunia Barat, orang mengenalnya dengan nama Maria’s palm, Rosa Maria, rose of Jericho, Jericho rose, dinosaur plant, Mary’s flower, Mary’s hand, Palestinian tumbleweed, resurrection plant, St. Mary’s flower, true rose, atau wheel.


Simbol harapan

Namanya memang kerap dihubungkan dengan Siti Maryam atau Bunda Maria (Virgin Mary). Konon, itu disebabkan, selama Maria melakukan perjalanan dari Nazareth ke Mesir untuk menyelamatkan diri dari ancaman Raja Herodes, ia sering menjumpai rumput fatimah yang ikut tergulung bersama terpaan angin di padang pasir. Berdasarkan kisah tersebut, rumput fatimah sering dijadikan simbol kesucian, berkah, dan harapan hidup yang lebih baik.

Jika di Indonesia dan kawasan Melayu - seperti Malaysia, Singapura, dan sekitarnya – ia lebih identik dengan Fatimah, itu juga ada sebabnya. Setelah kedatangan Islam di Nusantara, Sayyidina Ali dan dan Siti Fatimah menjadi contoh teladan pasangan suami istri yang bahagia. Seiring perkembangan waktu, nama Ali digunakan untuk menamai sejenis akar yang dianggap simbol keperkasaan pria, yaitu Tongkat Ali (Eurycoma longifolia). Sementara, nama Fatimah, istrinya, digunakan untuk menyebut tumbuhan kecil yang dianggap banyak memberi manfaat dalam urusan kewanitaan, yaitu Kacip Fatimah (Labisia pumila).

Sebenarnya, yang disebut Kacip Fatimah ini tidak sama dengan Rumput Fatimah yang sedang kita bicarakan. Namun karena istilah dan manfaatnya serupa, banyak orang mengira bahwa keduanya adalah herba yang sama (lihat boks: Jangan sampai salah kaprah!).

Bisa “hidup kembali”

Tanaman yang tingginya hanya mencapai sekitar 15 cm ini masih keturunan famili Brassicaceae. Bunganya berwarna putih keabu-abuan, dengan bentuk daun bergelombang di bagian pinggirnya. Rumput fatimah termasuk jenis tumble weed; tanaman yang tubuhnya tidak akan terlepas dari akar meskipun telah kering. Biasanya, tanaman ini tumbuh di gurun pasir dan ikut menggulung di permukaan pasir, terbawa tiupan angin.

Bila kemarau datang, seluruh tangkai, daun, dan bunga rumput fatimah memang akan menggulung ke dalam, mengering, lalu “mati suri”. Disebut demikian, karena jika direndam di dalam air, seluruh tangkai, daun, dan bunganya bisa mekar kembali. Konon, proses “mati suri” tersebut merupakan mekanisme alamiah rumput fatimah dalam memperpanjang usia dan mempertahankan diri. Dalam keadaan tergulung, ia akan dapat melindungi biji-bijinya sekaligus “hidup kembali” saat diguyur hujan. Beberapa referensi menyebutkan, dijadikannya rumput fatimah sebagai simbol harapan adalah karena keunikannya itu.

Dipercaya melancarkan persalinan

Rumput fatimah biasanya diperjualbelikan dalam bentuk kering. Orang-orang di berbagai penjuru dunia memanfaatkannya untuk berbagai keperluan. Pada saat Natal misalnya, kaum Nasrani dan Kristiani kerap menjadikannya sebagai pelengkap dekorasi rumah. Sebagian orang juga menggunakan rumput fatimah untuk menghias akuarium. Maklum saja, dalam keadaan terendam air, bentuknya memang mirip terumbu karang.

Namun rupanya, kisah mengenai Maria memang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari rumput fatimah. Sebagian orang mengidentikkan mekanisme “mati suri” tanaman tersebut dengan membuka dan kembali menutupnya rahim perawan suci Maria. Entah bagaimana asalnya, rumput fatimah pun dipercaya mampu memperlancar proses persalinan.

Menurut Ir Yuli Widyastuti, MP, Kepala Bidang Pelayanan Penelitian dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Solo, Jawa Tengah, secara empiris, penggunaan rumput fatimah bagi ibu yang akan melahirkan memang sering ditemukan. “Dari penelitian yang ada, diketahui bahwa tanaman tersebut mengandung oksitosin, sejenis hormon yang dapat merangsang kontraksi pada rahim, sehingga dianggap melancarkan kelahiran,” jelasnya.

Masih kontroversi

Maraknya penggunaan rumput fatimah pada ibu-ibu yang akan melahirkan pernah mengundang penasaran Law KS, dan rekan-rekannya dari Universiti Sains Malaysia. Dalam penelitiannya yang berjudul “Ultrastructural Findings of Anastatica hierochuntica Towards Explaining Its Medicinal Properties”, ia menemukan bahwa beberapa senyawa kimia yang terdapat dalam rumput fatimah antara lain seng, zat besi, aluminium, kalsium, dan magnesium. Kandungannya tersebut bermanfaat dalam pembentukan tulang, mendukung kerja syaraf dan otot, mengatasi peradangan, dan fungsi metabolisme lainnya(Jurnal Annals of Microscopy, Vol.9, April 2009).

Dalam beberapa penelitian lain, rumput fatimah juga diketahui memiliki efek melindungi fungsi hati (hepatoprotektor), antimikroba, dan mengandung antioksidan. Meskipun demikian, studi mengenai kadar senyawa yang terkandung, efek yang dihasilkan, serta keamanan rumput fatimah terhadap ibu hamil dan bayinya masih sulit ditemukan. Itu sebabnya, konsumsi air rendaman atau rebusan tanaman ini tidak dianjurkan oleh kalangan medis.

Berisiko tinggi

Banyak orang mengatakan, air rendaman rumput fatimah sebaiknya diminum saat pembukaan sudah berada pada tahap lanjut - misalnya setelah pembukaan 6 – agar pembukaan yang terjadi benar-benar sempurna.

Namun menurut Dr Ahmad Mediana, SpOG, ahli kandungan dan kebidanan dari RSIA Kemang Medical Care, Jakarta, pendapat tersebut sangat berisiko. Sebab, selain kadar oksitosin di dalamnya belum diketahui, dosis aman bagi ibu dan bayinya pun masih dipertanyakan.

Konsumsi air rendaman rumput fatimah dengan jurus “kira-kira” ini justru dikhawatirkan akan memicu kontraksi abnormal yang berdampak robekan pada rahim, pendarahan, bahkan kondisi gawat janin mulai dari detak jantung bayi menjadi tidak teratur, bayi kekurangan oksigen, terputusnya tali plasenta, hingga kematian.

“Itu sebabnya, hingga saat ini konsumsi air rendaman rumput fatimah tidak dianjurkan oleh dunia kedokteran. Selama belum ada penelitian ilmiah yang mendukung, fenomena ini sebaiknya disikapi dengan hati-hati. Usaha boleh saja, tapi pertimbangkan juga faktor resikonya,” Dr Ahmad menyarankan.(N)

BOKS:

Jangan sampai salah kaprah!

Saat berselancar di dunia maya, sesekali ketikkan kata “rumput fatimah” di google, si situs pencari. Di sana, akan muncul berbagai informasi mengenai herba ini, di antaranya yang berisi informasi bahwa rumput fatimah merupakan “pasangan” si tongkat ali.

Namun jangan sampai salah, karena rumput fatimah yang dimaksud belum tentu Anastatica hierochuntica yang kita maksud, melainkan tanaman lain yang bernama botani Labisia pumila. Tanaman yang disebut-sebut asli Malaysia ini juga kerap dipanggil kacip fatimah.

Kacip fatimah merupakan famili Myrsinaceae, dan termasuk jenis tanaman tropis yang tumbuh secara liar pada ketinggian sekitar 4500 m di atas permukaan laut. Di Indonesia, tanaman ini sering dijumpai tumbuh subur di Taman Nasional Halimun, Gunung Salak, Jawa Barat. Beberapa produknya juga bisa ditemukan dalam bentuk teh, kapsul, atau bubuk kering.

Jika selama ini ia menjadi korban salah kaprah, itu ada alasannya. Sebab, secara turun-temurun kacip fatimah memang dikenal ampuh dalam mengatasi masalah kewanitaan. Mulai dari melancarkan siklus menstruasi, mencegah nyeri haid, menghilangkan keputihan, membuat vagina “lebih rapat”, mengatasi gejala menopouse, meningkatkan stamina dan gairah seksual, termasuk melancarkan proses persalinan. Meskipun begitu, belum jelas apakah perannya dalam melancarkan persalinan dipengaruhi hormon oksitosin – seperti yang terdapat dalam rumput fatimah – atau karena kandungan lainnya.

“Kita memang harus ekstra teliti dan berhati-hati sebelum mengonsumsi suatu jenis tanaman. Istilah awam atau nama dagang tidak bisa menjadi patokan, karena bisa saja tanaman yang dimaksud punya nama sama di tempat lain namun terdiri dari dua tanaman yang berbeda sama sekali. Oleh sebab itu, selalu gunakan nama botani atau nama latin sebagai patokan. Dengan begitu, kita bisa memperoleh informasi yang akurat dan bisa lebih dipertanggungjawabkan,” Yuli menganjurkan.

Sumber :
Oleh: Dyah Pratitasari
Dipublikasikan di Majalah NIRMALA, Desember 2010